GPAI Penggerak PJJ Era New Normal

DINDIKBUD-09/07/2020 Sekali lagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti membuktikan komitmen untuk terus menjadi garda depan dalam situasi apapun termasuk kondisi era new normal. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI yang gawangi oleh Syaekudin, S.Ag., M.Pd.I., guru PAI SMP Negeri 1 Kebonagung melaksanakan kegiatan workshop Peningkatan Kompetensi GPAI dalam Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Menyongsong Tahun Pelajaran 2020/2021 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak mulai Selasa hingga Rabu Tanggal 7-8 Juli 2020.

Dalam sambutan pembukaannya Plt. Dindikbud Kabupaten Demak Drs. Eko Pringgolaksito, M.Si. berharap agar kegiatan itu bisa diikuti oleh guru mapel lain.  “Kegiatan yang dilaksanakan oleh GPAI ini bagus sekali dan bisa memberikan dorongan kepada guru mapel lain melaksanakan kegiatan serupa. Kegiatan seperti ini sudah sering dilaksanakan GPAI sebelum pandemi. Dan ini pas sekali dalam situasi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Kadinas mengaharapkan kegiatan tersebut jangan hanya sebatas formalitas melainkan betul-betul ada tindaklanjutnya. “Mohon workshop jangan hanya berhenti tapi juga implementasi di dalam lapangan sehingga dapat dirumuskan pembelajaran yang efektif karena selama ini jika melihat PJJ juga kurang efektif,” jelasnya.

Pria murah senyum ini juga mengharapkan bahwa dalam pembelajaran di era pandemi, GPAI maupun guru lainnya di Kabupaten Demak bisa melaksanakan blanded learning. Maksudnya ada campuran antara PJJ ditambah dengan pembelajaran yang sifatnya tatap muka. Tetapi harus menggunakan media dan metode yang mengedepankan protokol kesehatan. “Kami sampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Tolong tidak hanya pembelajaran jarak jauh tapi juga mengintegrasikan blanded learning. GPAI kunci pembentukan karakter siswa di sekolah,” ungkapnya.

Kadindikbud dalam kesempatan tersebut meminta juga civitas pendidikan termasuk GPAI untuk menjaga komitmen kuat dan berhati-hati dengan mengedepankan protokol kesehatan karena Kabupaten Demak termasuk kabupaten dengan zona merah. “Tetap berhati-hati dan jaga imunitas serta jangan mudah tertekan dalam kondisi pandemi seperti sekarang,” pungkasnya.

Sementara itu  Kasi Pais Kankemenag Kabuaten Demak H. Azhar Wibowo S.Pd. M.H. menekankan bahwa dalam PJJ menjadi suatu keniscayaan saat pandemik. Karena itu diharapkan GPAI menjadi pelopor dalam pembelajaran di era new normal. “Diharapkan GPAI menjadi barisan paling depan dalam pembelajaran di era pandemik,” tegasnya.

Penguasaan teknologi menurutnya menjadi keharusan bagi guru PAI dalam pembelajaran di tengah merebaknya virus corona. Sudah seharusnya GPAI menguasai teknologi informasi sehingga bisa menggerakan pembelajaran efektif dan efisien.

Pada kesempatan tersebut juga hadir memberikan sambutan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Drs. Subkhan, MM. Dalam sambutannya, Subkhan mengingatkan agar setiap guru harus selalu belajar dan berinovasi. “Jangan hanya siswanya saja yang disuruh untuk belajar, guru juga harus terus belajar dan mengembangkan diri” paparnya. “Saya percaya MGMP PAI selalu memberi contoh MGMP lain untuk senantiasa memfasilitasi anggotanya untuk terus berkembang, dibuktikan dengan adanya workshop dan pelatihan yang diselenggarakan akhir-akhir ini”.

Sedangkan Pengawas PAI Endah Sulistyawati, S.Ag, M.Pd.I. mengungkapkan bahwa workshop menjadi keharusan bagi GPAI untuk meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran.  Dia berharap dengan kegiatan tersebut pembelajaran yang dilaksanakan tetap berkualitas dalam kondisi apapun itu. “Pembelajaran di rumah ini menjadi ujian. GPAI diuji yaitu ujian penguasaan pemanfaatan teknologi informasi, sejauh mana kita memanfaatkan gadget dan laptop. Kemampuan dasar yang harus dimiliki yaitu penguasaan teknologi sebagai komunitas civitas pendidikan,” jelasnya.

Dia mengingatkan bahwa peran utama guru PAI yaitu mengawal perilaku keagamaan anak-anak. GPAI menurutnya jangan hanya transfer pengetahuan tapi juga mampu mengubah perilaku anak-anak dan mengajak orang tua untuk mengawasi anak.

“Meski katanya gurunya anak-anak sekarang ini  TV, HP dan sejenisnya tapi keberadaan guru tetap sangat penting.  Guru PAI dikenang karena nasehat dan keteladanan kita sehingga mereka menjadi anak-anak Soleh,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini diisi dengan penguatan kompetensi melalui sejumlah pemateri yang handal  dari trainer GPAI Kabupaten Demak yang sudah berpengalaman diantaranya Drs. Mushonef, M.Pd.I, Syaekudin, S.Ag, M.Pd.I. dan Parjono, S.Pd.I. Ketiganya secara bergantian menyampaikan materi antara lain aplikasi google classroom, google drive, aplikasi Zoom dan KTA AGPAII Digital, RPP DIGITAL sesuai konteks PJJ di era new normal. (red)

Semoga bermanfaat Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.